Tak satu pun orang hidup lepas dari masa lalunya, termasuk aku. Masa lalu memang tidak semuanya buruk, namun kenangan buruk memang lebih lama terkenang2 dari pada masa indah.
What can i do? Tentu aku tidak bisa menghapus memori tentang masa itu. Tentu aku tidak bisa mengubah pemikiran orang lain mengenai diriku. Tentu aku tidak bisa memaksa orang lain untuk menerima kenyataan bahwa aku berubah. Tidak, dan tidak mungkin bisa. Kalaupun bisa, aku pun tidak akan melakukannya.
Masa lalu adalah penanda, penanda bahwa aku memang manusia. Bahwa aku memang lemah. Bahwa aku memang pernah menyakiti orang lain. Ya, aku memang pernah menyakiti orang-orang yang mengasihiku. Dengan adanya masa lalu, aku bisa belajar untuk lebih menghargai orang lain. Menghargai setiap cinta dan kasih dari semua orang di sekitarku. Menghargai bahwa ada satu orang yang terlalu mengasihiku dan tidak mengingat seburuk apa pun masa laluku.
Ketidaksempurnaan kasihku menunjukkan bahwa aku masih harus belajar mengasihi. Terus belajar dan terus bel;ajar. Belajar untuk mengasihi lebih lagi. Mengasihi walau di sela, mengasihi walau tertolak, mengasihi walau dilukai. Tuhan pernah di tolak, di ingat masa lalu-Nya, di hina, dibunuh fisik maupun karakternya. Dia pernah, dan Dia menang.
Apa pun perkataanmu tentang aku. Aku mengasihi semua bagian hidupku. Aku mengasihi diriku di masa lalu, di masa ini dan di masa depan, sebab Yesus pun sangat mengasihiku. Kamu boleh menolakku, never mind, Tuhan sangat mengasihiku. Kalau kamu merasa tertolak, ingat, bukan hanya kamu yang mengalaminya kok. Semua orang pernah mengalaminya :)
Kalau aku pernah dan diijinkan untuk jatuh, aku pun diijinkan untuk naik dan terbang tinggi suatu saat nanti. Hey, you have to be strong woman! Stronger than before. Smile. Face the future.